Menu

Mode Gelap
Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis Sindikat Oplosan LPG 3 Kg di Lebak Raup Ratusan Juta, 3 Pelaku Dibekuk Polisi

Pemerintahan

Serius Lindungi Perempuan dan Anak, Pemkab Tangerang Mulai Survei DRPPA

badge-check


Foto Ist: Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang, Asep Suherman bersama perangkat daerah, unsur kecamatan, dan stakeholder terkait berfoto bersama usai pelaksanaan Survei Awal Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Desa Cibetok dan Desa Gunung Kaler, Kecamatan Gunung Kaler. Perbesar

Foto Ist: Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang, Asep Suherman bersama perangkat daerah, unsur kecamatan, dan stakeholder terkait berfoto bersama usai pelaksanaan Survei Awal Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Desa Cibetok dan Desa Gunung Kaler, Kecamatan Gunung Kaler.

Seiring penguatan kebijakan nasional, pendekatan DRPPA kini diperluas melalui konsep Ruang Bersama Indonesia (RBI). Melalui RBI, indikator pemenuhan layanan dan perlindungan perempuan serta anak berkembang menjadi 15 indikator, mencakup pengorganisasian masyarakat, ketersediaan data gender dan anak, regulasi desa, pembiayaan, serta pemanfaatan aset desa.

“Selain itu, indikator juga meliputi keterlibatan perempuan dan anak dalam pembangunan, pemenuhan hak anak, pendidikan, kesehatan, hingga penghapusan pekerja anak dan perkawinan anak,” tambahnya.

Penguatan RBI, lanjut Prima, menitikberatkan pada integrasi kelembagaan layanan, penguatan sistem pengaduan dan rujukan, pencegahan kekerasan berbasis komunitas, ketahanan keluarga, serta penciptaan lingkungan desa yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.

“Survei awal ini menjadi fondasi penting untuk memetakan kondisi desa secara komprehensif, sehingga program dan intervensi yang dirancang dapat terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Ia berharap Kecamatan Gunung Kaler dapat menjadi lokus percontohan DRPPA menuju RBI, sekaligus memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh unsur terkait dalam mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan

16 April 2026 - 22:06 WIB

Wabup Tangerang Sidak Pasar Kelapa Dua, Pengunjung Turun 15 Persen

14 April 2026 - 20:41 WIB

Bupati Tangerang Raih Top Pembina BUMD di Ajang BUMD Award 2026

13 April 2026 - 21:21 WIB

Bupati Moch. Maesyal Rasyid Turun Tangan, 62 Bangunan Liar di Bantaran Sungai Cirarab Dibongkar

12 April 2026 - 21:25 WIB

Wabup Intan Buka Seleksi Paskibraka 2026, Tekankan Pembentukan Karakter Generasi Muda

6 April 2026 - 17:22 WIB

Trending di Pemerintahan