banner 1000x500
News  

Proyek P3-TGAI Cikumpeni Di Desa Babakan Raden Disorot, Pekerja Mengaku Tak Tahu Sistem Upah

Bogor, Sorottoday.id — Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) senilai Rp195 juta di Desa Babakan Raden, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan setelah ditemukan dugaan penggunaan batu kali utuh pada pekerjaan pasangan saluran irigasi.

Pantauan di lokasi pada Selasa, 14 Juli 2026, menunjukkan sejumlah batu kali berukuran besar dipasang tanpa dipecah. Celah di antara batu terlihat dipenuhi adukan mortar, sementara di sekitar lokasi masih terdapat tumpukan batu kali berukuran besar yang diduga digunakan sebagai material utama pekerjaan.

Penggunaan batu utuh itu memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan ketentuan teknis. Mengacu pada SNI 2836:2008 serta pedoman teknis pekerjaan pasangan batu Kementerian PUPR, pasangan batu semestinya disusun rapat dengan batu yang saling mengunci agar konstruksi memiliki kekuatan dan stabilitas yang memadai.

Proyek peningkatan jaringan irigasi Cikumpeni tersebut dikerjakan oleh P3-TGAI Sugih Mukti menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp195 juta dan waktu pelaksanaan 45 hari kalender.

Seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengaku hanya bekerja sebagai kenek dan tidak mengetahui besaran upah maupun rincian pelaksanaan proyek.

“Saya kerja kenek, tukang juga belum tahu. Gajinya berapa saya tidak tahu, cuma ikut kerja saja,” ujarnya.

Pekerja itu juga menyebut ketua P3- TGAI tidak selalu berada di lokasi pekerjaan. Menurut dia, ketua pelaksana terkadang tidak datang selama 3 hari.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua P3- TGAI Sugih Mukti maupun pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum belum memberikan tanggapan atas dugaan penggunaan batu kali utuh tersebut maupun penjelasan mengenai kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang berlaku.

 

Dede

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *