Tangerang, Sorottoday.id — Tokoh masyarakat Hendra Primitif mengajak para pemuka agama untuk tidak sekadar menjadi penonton di tengah cepatnya perubahan zaman. Menurutnya, tokoh agama memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, kritis, sekaligus peduli terhadap lingkungan sosial dan masa depan bangsa.
Hendra menilai, kemajuan bangsa tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, besarnya anggaran, maupun pergantian kepemimpinan. Pembangunan manusia dan karakter, kata dia, harus menjadi bagian utama.
“kita jangan hanya sibuk mengajarkan anak-anak bagaimana menjadi pintar, tetapi lupa mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang benar. Jangan hanya mengejar prestasi, tetapi kehilangan adab,” kata Hendra, Senin (24/8/2026).
Ia menegaskan, generasi muda tidak cukup hanya dibekali kemampuan untuk mencari kehidupan. Mereka juga harus memiliki kepedulian dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hendra juga mengingatkan bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pejuang bukan sekadar simbol. Perjuangan tersebut, menurutnya, harus diteruskan dengan memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk belajar, hidup bermartabat, dan membangun bangsa.
Karena itu, ia mendorong tokoh agama untuk lebih dekat dengan persoalan masyarakat, khususnya yang dihadapi generasi muda.
Menurut Hendra, masjid, pesantren, sekolah, majelis keagamaan hingga ruang sosial harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, dialog, serta kesadaran kebangsaan.
“Jangan sampai anak-anak kita lebih banyak belajar dari dunia digital daripada dari keteladanan orang dewasa di sekitarnya. Jangan sampai mereka mencari figur di media sosial karena kehilangan teladan di dunia nyata,” ujarnya.
Hendra menilai pembentukan karakter generasi muda tidak bisa dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah, pendidik, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat harus mengambil peran masing-masing.
Ia menyebut pemerintah bertugas menyediakan ruang dan kebijakan, dunia pendidikan memberikan ilmu, keluarga menanamkan karakter, sementara tokoh agama memperkuat nilai moral dan spiritual.
“Bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang memiliki gedung tinggi dan jalan yang lebar, tetapi bangsa yang memiliki manusia yang tinggi akhlaknya, luas pikirannya dan kuat kepeduliannya,” katanya.
Hendra pun mengajak seluruh elemen masyarakat meneruskan semangat para pejuang dengan memberikan keteladanan kepada generasi berikutnya.
“Pertanyaannya sekarang, apakah kita akan meninggalkan generasi yang bangga kepada bangsanya, atau generasi yang kehilangan arah karena kita gagal memberi keteladanan?” pungkasnya.






