Dimyati mengapresiasi penyelenggaraan turnamen berskala nasional tersebut dan menilai pembinaan catur sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul.
“Ke depan, kita berharap bisa mencetak prestasi-prestasi besar, bahkan melahirkan grandmaster-grandmaster dari Banten,” ungkapnya optimistis.
Ia juga mendorong agar pembinaan olahraga tidak hanya terfokus pada catur, tetapi diperluas ke berbagai cabang olahraga lainnya. Menurutnya, organisasi olahraga harus aktif menggelar turnamen sebagai sarana penjaringan bibit atlet muda.
Selain berdampak pada prestasi olahraga, Dimyati menilai kegiatan olahraga juga memberikan efek ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, mulai dari sektor UMKM hingga jasa pendukung kegiatan.
Ketua Percasi Kota Tangerang, Muhammad Irwansyah, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri.















