Menu

Mode Gelap
Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis Sindikat Oplosan LPG 3 Kg di Lebak Raup Ratusan Juta, 3 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita

Wagub Banten Sebut Dokter Pahlawan Kesehatan saat Buka Kongres Nasional V PDUI di Tangerang

badge-check


Foto Ist: Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan sambutan sekaligus membuka Kongres Nasional V Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Hotel Novotel, Kota Tangerang, Sabtu (31/1/2026). Perbesar

Foto Ist: Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan sambutan sekaligus membuka Kongres Nasional V Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Hotel Novotel, Kota Tangerang, Sabtu (31/1/2026).

Nurhadji mengungkapkan bahwa jumlah dokter umum di Indonesia saat ini mencapai sekitar 160 ribu orang, namun distribusinya belum merata. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara PDUI dan pemerintah untuk pemerataan tenaga dokter di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam Kongres Nasional V PDUI ini, tema yang diangkat adalah “Memperkuat Peran dan Kapasitas Dokter Umum dalam Mewujudkan Asta Cita Bidang Kesehatan”. Tema tersebut diharapkan mampu mendorong sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan profesi dokter umum.

“Setiap tahun jumlah lulusan fakultas kedokteran terus bertambah. Diperkirakan sekitar 12 ribu per tahun, bahkan ke depan bisa mencapai 15 ribu lulusan atau lebih,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa dokter umum merupakan figur yang paling banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ia berharap dokter umum dapat berperan aktif dalam mengawal pembangunan masyarakat yang sehat, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual.

“Kita masih menghadapi tantangan serius. Prevalensi stunting masih 19,8 persen meski sudah turun signifikan. Kasus tuberkulosis masih tertinggi kedua di dunia, dan penderita lepra peringkat ketiga terbanyak,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum

16 April 2026 - 22:17 WIB

AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan

16 April 2026 - 22:06 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan

16 April 2026 - 22:00 WIB

Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data

16 April 2026 - 21:37 WIB

Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis

15 April 2026 - 20:54 WIB

Trending di Berita