Menu

Mode Gelap
Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis Sindikat Oplosan LPG 3 Kg di Lebak Raup Ratusan Juta, 3 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita

Wagub Banten Sebut Dokter Pahlawan Kesehatan saat Buka Kongres Nasional V PDUI di Tangerang

badge-check


Foto Ist: Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan sambutan sekaligus membuka Kongres Nasional V Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Hotel Novotel, Kota Tangerang, Sabtu (31/1/2026). Perbesar

Foto Ist: Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan sambutan sekaligus membuka Kongres Nasional V Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Hotel Novotel, Kota Tangerang, Sabtu (31/1/2026).

Dimyati menilai profesi dokter adalah profesi yang menuntut pembelajaran tanpa batas. Seiring berkembangnya jenis dan karakter penyakit dari waktu ke waktu, dokter dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

“Masalah penyakit itu sangat beragam dan terus berkembang. Tapi dokter terus belajar, akhirnya mampu melawan penyakit,” ujarnya.

Ia juga menyamakan peran dokter dengan seorang pemimpin. Menurutnya, dokter bekerja dalam tim dan tidak bisa berdiri sendiri karena membutuhkan dukungan asisten, perawat, staf, serta manajemen organisasi dalam menangani pasien.

Sementara itu, Koordinator Presidium Pengurus Pusat PDUI, dr. Nurhadji Abdullah Kastari, menyampaikan bahwa dokter umum merupakan garda terdepan layanan kesehatan di Indonesia. Peran dokter umum, kata dia, tidak hanya sebatas kuratif, tetapi juga mencakup upaya preventif dan promotif.

“Dengan preventif dan promotif, kita bisa meningkatkan derajat kesehatan bangsa. Kalau hanya kuratif, kita hanya menunggu orang sakit. Peran preventif-promotif inilah yang harus diperkuat oleh dokter umum,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum

16 April 2026 - 22:17 WIB

AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan

16 April 2026 - 22:06 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan

16 April 2026 - 22:00 WIB

Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data

16 April 2026 - 21:37 WIB

Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis

15 April 2026 - 20:54 WIB

Trending di Berita