Menu

Mode Gelap
Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis Sindikat Oplosan LPG 3 Kg di Lebak Raup Ratusan Juta, 3 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita

Gedung Negara Disegel Mahasiswa, Pemkab Lebak Didesak Buka-bukaan Soal Anggaran

badge-check


Foto Ist: Mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Gedung Ini Disita Oleh Masyarakat Lebak!!” sebagai aksi simbolis penyegelan Gedung Negara Pemerintahan Lebak. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas ketidakhadiran pimpinan daerah untuk menemui massa demonstran. Perbesar

Foto Ist: Mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Gedung Ini Disita Oleh Masyarakat Lebak!!” sebagai aksi simbolis penyegelan Gedung Negara Pemerintahan Lebak. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas ketidakhadiran pimpinan daerah untuk menemui massa demonstran.

Lebak | sorottoday.id – Gelombang kritik mahasiswa terhadap Pemerintah Kabupaten Lebak memuncak. Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi dan menyegel Gedung Negara Pemerintahan Lebak sebagai bentuk protes atas dugaan ketertutupan informasi publik dan penggunaan anggaran yang dinilai tidak transparan, Selasa (02/03/2026).

Aksi yang berlangsung di pusat pemerintahan tersebut menjadi sorotan tajam. Massa menuntut keterbukaan proyek pembangunan, audit anggaran secara menyeluruh, evaluasi program sosial, hingga klarifikasi terkait belanja baju dinas pejabat yang disebut-sebut mencapai ratusan juta rupiah.

Foto Ist: Seorang orator mahasiswa berdiri di atas pengeras suara menyampaikan tuntutan dalam aksi unjuk rasa di halaman Gedung Negara Lebak.

Koordinator lapangan aksi, Musail Waedurat, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan dorongan moral agar tata kelola pemerintahan lebih terbuka dan akuntabel.

“Kami bukan anti-pemerintah. Kami menolak ketertutupan dan dugaan penyimpangan. Transparansi adalah hak rakyat,” tegasnya di tengah orasi.

Sebagai bentuk kekecewaan atas tidak hadirnya pimpinan daerah untuk menemui massa, mahasiswa melakukan aksi simbolis dengan menyegel Gedung Negara menggunakan spanduk dan pita pembatas. Tindakan tersebut menjadi pesan keras bahwa kepercayaan publik tengah dipertaruhkan.

Mahasiswa menyatakan aksi tidak akan berhenti sampai ada respons langsung dari Bupati Lebak. Bahkan, mereka mengancam akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan diabaikan.

Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Sempat terjadi ketegangan dan kepulan asap di sekitar lokasi, namun situasi tetap terkendali tanpa bentrokan besar.

Menjelang waktu Magrib, massa membubarkan diri secara tertib. Teriakan penutup menggema di halaman kantor bupati:

“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Lebak! Lawan Ketidakadilan!”

Aksi ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Lebak untuk menunjukkan komitmen terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sorotan kini tertuju pada langkah konkret yang akan diambil pemerintah daerah.

Akankah kritik ini dijawab dengan keterbukaan dan evaluasi menyeluruh?
Ataukah justru memperpanjang daftar “rapor merah” di mata mahasiswa dan masyarakat?

Publik Lebak kini menunggu jawaban nyata, bukan sekadar retorika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum

16 April 2026 - 22:17 WIB

AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan

16 April 2026 - 22:06 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan

16 April 2026 - 22:00 WIB

Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data

16 April 2026 - 21:37 WIB

Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis

15 April 2026 - 20:54 WIB

Trending di Berita