“Mahasiswa perlu dibekali etika jurnalistik agar konten yang dibuat akurat, berimbang, dan mampu mereduksi hoaks di tengah masyarakat,” jelas Beny.
Sementara itu, Direktur CAJ PWI Pusat, Ahmed Kurnia, menegaskan bahwa pers kampus adalah cikal bakal lahirnya jurnalis profesional di masa depan. Di tengah derasnya arus informasi instan, pers kampus dituntut tetap kritis dan konsisten menjaga metodologi jurnalistik demi menjaga akal sehat publik.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan kritis terkait tantangan jurnalistik di era digital.
Beberapa mahasiswa, di antaranya Putri dan Anis, menekankan pentingnya verifikasi fakta sebelum menyebarkan informasi di media sosial agar tidak terjebak pada informasi mentah yang menyesatkan.
“Sangat berkesan dan banyak banget ilmu yang didapat,” ujar Wulan, salah satu peserta workshop, menutup kesan positif dari kegiatan tersebut.















