Menu

Mode Gelap
Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis Sindikat Oplosan LPG 3 Kg di Lebak Raup Ratusan Juta, 3 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita

Miris! Lansia 102 Tahun Terbaring di Bale Bambu, Akses Kesehatan Tak Pernah Tersentuh

badge-check


Foto Ist: Madi mendampingi ibunya, Nenek Suparmi (102), yang terbaring sakit di rumah semi permanen tanpa pintu di Kp. Ciatuy, Desa Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Perbesar

Foto Ist: Madi mendampingi ibunya, Nenek Suparmi (102), yang terbaring sakit di rumah semi permanen tanpa pintu di Kp. Ciatuy, Desa Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Tangerang | sorottoday.id – Kisah pilu datang dari pelosok kampung di wilayah Tigaraksa. Seorang nenek berusia 102 tahun, Suparmi, terbaring sakit selama lima tahun tanpa pengobatan layak dan tinggal di rumah yang jauh dari standar hunian manusiawi.

Nenek Suparmi tinggal di Kp. Ciatuy RT 04/05, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Kondisi rumahnya memprihatinkan, atap rapuh dan bocor, tanpa pintu depan maupun belakang, serta dinding hebel yang belum diplester semen. Saat hujan turun, air merembes masuk ke dalam rumah.

Selama lima tahun terakhir, ia hanya terbaring di atas ranjang bambu beralaskan tikar tipis dan selimut lusuh. Penyakit kulit yang dideritanya tak pernah ditangani secara medis.

Madi, anak ketiganya, memilih berhenti bekerja demi merawat sang ibu yang sudah lanjut usia. Sejak ayahnya meninggal dunia, Madi menjadi satu-satunya penopang sekaligus perawat bagi ibunya.

“Selama lima tahun ibu saya sakit dan belum pernah berobat ke dokter, bidan desa, atau Puskesmas. Kami tidak punya biaya,” ujar Madi dengan suara lirih. Senin (2/3/2026).

Ia mengaku pernah menerima bantuan pemerintah pada 2015 berupa program bedah rumah. Kemudian pada 2019 mendapat bantuan dana sebesar Rp800 ribu. Namun setelah itu, tidak ada lagi bantuan yang diterima hingga sekarang, tahun 2026.

Madi berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, agar ibunya bisa mendapatkan perawatan medis yang layak dan rumah mereka dapat diperbaiki.

“Kami hanya berharap pemerintah bisa membantu biaya berobat ibu dan memperbaiki rumah kami yang tanpa pintu dan atapnya bocor. Ibu sudah tua, kasihan kalau terus begini,” ungkapnya.

Kondisi ini menjadi perhatian publik. Di tengah kemajuan daerah dan berbagai program sosial yang digulirkan, masih ada warga lanjut usia yang hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa akses kesehatan memadai.

Lebih lanjut, Mandi berharap kepada Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, segera turun tangan melakukan pendataan dan penanganan. Selain bantuan renovasi rumah, akses layanan kesehatan dan jaminan sosial bagi lansia dinilai sangat mendesak.

Kisah Nenek Suparmi adalah potret nyata bahwa masih ada warga yang membutuhkan sentuhan kepedulian dan tindakan nyata dari pemerintah. Kini, harapan itu tertuju pada langkah cepat dan respons konkret agar di sisa usianya, Nenek Suparmi dapat merasakan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum

16 April 2026 - 22:17 WIB

AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan

16 April 2026 - 22:06 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan

16 April 2026 - 22:00 WIB

Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data

16 April 2026 - 21:37 WIB

Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis

15 April 2026 - 20:54 WIB

Trending di Berita