“Transformasi digital desa atau Smart Village bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Seluruh desa harus mengoptimalkan pelayanan publik berbasis digital agar masyarakat dapat mengakses layanan dengan mudah tanpa birokrasi berbelit,” ungkapnya.
Selain transformasi digital, Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong optimalisasi peran BUMDes serta Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa.
“Kabupaten Tangerang memiliki potensi agrikultur dan industri kreatif yang luar biasa. BUMDes dan koperasi desa harus mampu menjadi penggerak ekonomi agar produk-produk desa dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” jelasnya.
Pada momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang turut meluncurkan operasional Mobil Siaga Desa yang difungsikan untuk melayani kebutuhan darurat masyarakat, terutama akses layanan kesehatan ke Puskesmas dan rumah sakit selama 24 jam. Saat ini, telah tersedia 132 unit Mobil Siaga Desa dan ditargetkan pada tahun 2026 seluruh 246 desa di Kabupaten Tangerang dapat terlayani.
“Mobil Siaga Desa ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa, khususnya layanan kesehatan dan kedaruratan. Ke depan, kita targetkan seluruh desa memiliki fasilitas ini,” kata Bupati Maesyal.








