Mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”, Bupati Maesyal menilai tema tersebut sarat makna filosofis dan strategis. Ia menekankan bahwa denyut nadi perekonomian, stabilitas sosial, dan ketahanan pangan nasional bermula dari desa.
“Jika desanya kuat, maka kuatlah Indonesia. Jika desanya mandiri, maka jayalah Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan desa harus menjadi prioritas bersama,” tegas Bupati Maesyal.
Ia menjelaskan, penetapan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat tekad dan komitmen bersama dalam membangun desa secara berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Peringatan Hari Desa Nasional ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kemajuan desa. Kita dorong peningkatan kapasitas pemerintah desa dan partisipasi masyarakat agar desa-desa di Kabupaten Tangerang semakin maju dan mampu menjadi desa terdepan di Indonesia,” ujarnya.

Bupati Maesyal juga mengajak seluruh pemangku kepentingan desa untuk berani melakukan lompatan besar dalam tata kelola pemerintahan desa. Ia menegaskan bahwa memasuki tahun 2026, desa tidak boleh lagi terpaku pada pola pikir administratif semata, melainkan harus bertransformasi menuju pengelolaan desa yang digital, transparan, dan berkelanjutan.








