“Fenomena ini bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan ancaman serius yang dapat memicu kerusakan saraf permanen, hipoksia, hingga kematian mendadak,” ujarnya.
Secara geografis, Jawa Timur dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi sebagai pintu gerbang timur Pulau Jawa. Garis pantai yang panjang serta banyaknya pelabuhan tidak resmi menjadi celah penyelundupan dengan modus ship to ship.
Data lapangan menunjukkan, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, baru 18 yang memiliki BNNK. Hingga 2025, baru terbentuk 265 Desa Bersinar dari total 8.494 desa.
Ketimpangan ini menjadi tantangan besar dalam memperluas jangkauan pencegahan dan pemberantasan narkotika di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Khofifah menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan agenda nasional yang membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Data nasional per awal tahun 2026 sangat mengkhawatirkan, di mana tercatat sekitar 4,11 juta penduduk atau 2,11 persen dari total populasi telah terpapar narkotika,” ungkapnya.








