Menu

Mode Gelap
Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis Sindikat Oplosan LPG 3 Kg di Lebak Raup Ratusan Juta, 3 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita

Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Radikalisme, Wabup Tangerang Gaungkan Sinergi Lintas Sektor

badge-check


Foto Ist: Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme bagi peserta didik SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang. Perbesar

Foto Ist: Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme bagi peserta didik SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang.

Tangerang | sorottoday.id — Ancaman radikalisme yang kian menyasar generasi muda menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tangerang. Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, secara resmi membuka kegiatan Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme bagi peserta didik SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Tangerang di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Selasa (3/2/2026).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter, keteladanan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan menjadi benteng utama dalam menangkal masuknya paham radikalisme di kalangan pelajar.

“Benteng terbaik untuk melawannya adalah pendidikan karakter, keteladanan, dan penguatan nilai kebangsaan. Untuk mencegah masuknya paham radikalisme kepada anak-anak kita, khususnya di tingkat SMA, kegiatan ini melibatkan guru dan murid dengan menghadirkan narasumber yang kompeten,” tegas Intan.

Menurutnya, radikalisme saat ini tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan terbuka, melainkan sering menyusup secara halus melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, hingga ajakan yang dikemas seolah paling benar. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara kolaboratif melibatkan berbagai pihak.

“Radikalisme sering kali masuk secara halus melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, serta ajakan yang dibungkus seolah-olah paling benar. Ini tugas kita bersama, mulai dari dunia pendidikan, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pelajar itu sendiri,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum

16 April 2026 - 22:17 WIB

AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan

16 April 2026 - 22:06 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan

16 April 2026 - 22:00 WIB

Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data

16 April 2026 - 21:37 WIB

Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis

15 April 2026 - 20:54 WIB

Trending di Berita