Bandung Barat, sorottoday.id — Tim Kota Bogor keluar sebagai juara Lomba Debat Indonesia (LDI) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 yang digelar oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat di SMAN 1 Lembang pada 27–28 Juni 2026. Kemenangan ini sekaligus memastikan Kota Bogor menjadi wakil Jawa Barat pada ajang National Schools Debating Championship (NSDC) 2026 tingkat nasional.
Tim juara diperkuat oleh Samuel Nathan Andriawan, Christiano Immanuel Uniwaly, dan Gracio Bintang Wijaya. Mereka berhasil mengungguli tim-tim terbaik dari berbagai daerah di Jawa Barat setelah melalui seluruh rangkaian pertandingan.
Posisi juara kedua diraih tim Kota Depok, disusul Kota Cirebon di peringkat ketiga, sementara Kabupaten Sukabumi menempati posisi keempat.
Selain menetapkan para juara, panitia juga mengumumkan daftar 10 Best Speakers. Tiga pembicara terbaik akan memperkuat kontingen Jawa Barat pada NSDC 2026.
Gracio Bintang Wijaya dinobatkan sebagai Best Speaker dengan nilai rata-rata 71,70. Posisi kedua ditempati Samuel Nathan Andriawan dengan nilai 70,70, sedangkan Christiano Immanuel Uniwaly berada di peringkat ketiga dengan nilai 70,60.
Ketua Dewan Juri LDI Jawa Barat 2026, Regina Stephanie Wuisana, menilai kualitas kompetisi tahun ini merupakan yang paling ketat selama dirinya menjadi juri.
“It has been three years since I started to judge LDI Provinsi Jawa Barat, and I’m proud to say that this year has been the most competitive year I’ve ever judged.”
Menurut Regina, kemampuan berpikir kritis, literasi yang kuat, serta konsistensi dalam berlatih menjadi faktor utama yang membentuk seorang pendebat berkualitas.
“Karakter debater yang paling penting adalah tidak takut untuk kalah. Justru dari situ kita belajar, mengevaluasi diri, dan berkembang menjadi lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ai Nurhasan, mengapresiasi capaian para peserta. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pelajar di Jawa Barat.
“Hal-hal positif seperti ini perlu dipublikasikan untuk memicu anak-anak didik kita melakukan hal yang sama. Kebaikan itu harus dibesarkan dan disebarluaskan,” kata Ai.








