Cianjur | sorottoday.id – Warga Desa Sukanagara digemparkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di area perkebunan teh pada Jumat pagi (10/04/2026). Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka serius di bagian kepala yang diduga akibat tembakan senjata api.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di Kampung Sirnagalih III, RT 08/05, Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, tepatnya di kawasan perkebunan teh PTPN Pasirnangka Blok Batubedug (PAN 3) yang kini dikelola oleh PT Quantum.
Korban diketahui bernama Ade Suhaya (56), seorang wiraswasta asal Kampung Langensari, Desa Sukanagara. Identitasnya berhasil dikenali tak lama setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Penemuan mayat pertama kali dilaporkan oleh Dani Nurdani (44), seorang mandor perkebunan. Saat itu, ia tengah melakukan pengecekan rutin di area kebun. Dari kejauhan, saksi mengira melihat terpal berwarna biru yang biasa digunakan untuk menampung daun teh.
Namun, kecurigaan muncul saat objek tersebut didekati menggunakan sepeda motor. Betapa terkejutnya saksi ketika mendapati sosok pria tergeletak dengan mengenakan jaket biru dalam kondisi bersimbah darah.
“Awalnya saya kira terpal, tapi setelah didekati ternyata mayat. Lukanya parah di bagian kepala,” ujar Dani.
Tak hanya itu, di sekitar lokasi kejadian juga ditemukan satu pucuk senjata api rakitan jenis senapan cuplis (dorlok) dalam kondisi terbuka seperti patah, yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.
Mendapat laporan, jajaran Polsek Sukanagara bersama Satreskrim Polres Cianjur dan tim identifikasi (Inafis) langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah TKP. Aparat juga berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam, tenaga medis dari Puskesmas Sukanagara, serta pemerintah desa setempat guna penanganan awal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka robek serius di bagian dahi yang menembus hingga ke belakang kepala, sebagaimana tertuang dalam visum et repertum.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, termasuk mendalami keberadaan senjata api rakitan yang ditemukan di lokasi. Polisi juga belum menyimpulkan apakah insiden tersebut merupakan tindak pidana atau peristiwa lain.















