“Kabupaten Tangerang punya potensi peternakan ayam pedaging dan petelur, terutama di Kresek dan Gunung Kaler. Ini harus kita optimalkan agar GPM berjalan efektif dan harga bisa ditekan,” ujarnya.
Wabup Intan juga menyoroti dampak cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang berpotensi mengganggu sektor pertanian dan memicu lonjakan harga sejumlah komoditas strategis, seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, cabai, dan bawang.
“Saya turun langsung ke lapangan, minyak goreng mulai langka dan di beberapa pasar harganya sudah di atas HET. Telur dan ayam juga kerap mengalami kenaikan di waktu tertentu. Ini harus kita monitor bersama secara rutin,” ungkapnya.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan, khususnya menjelang Ramadan yang identik dengan peningkatan kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Stabilitas pangan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi semua pihak, kita ingin masyarakat Kabupaten Tangerang menyambut Ramadan dengan tenang, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.








