Tangerang, Sorottoday.id — Persoalan pembayaran bahan baku untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan. Direktur CV Raysa Hoki, Didik Wahyudi, meminta Yayasan Masyarakat Indonesia Cinta Negara melalui PT Ajisaka Sukses Cemerlang segera melunasi tagihan atas pasokan logistik yang disebut telah dikirim dan digunakan.
Didik mengatakan, pihaknya telah memasok bahan baku untuk mendukung operasional dapur MBG. Namun, menurut dia, pembayaran atas pasokan tersebut hingga kini belum sepenuhnya diterima.
“Kami sudah mengirim barang dan barang tersebut telah digunakan untuk operasional dapur MBG. Namun, sampai saat ini pembayaran belum sepenuhnya diselesaikan. Kami meminta pihak terkait segera melunasi tagihan tersebut,” ujar Didik, Sabtu (10/10/2026).
Invoice Sudah Diserahkan

Didik menjelaskan, invoice atau dokumen tagihan dari CV Raysa Hoki telah diserahkan kepada pihak administrasi PT Ajisaka Sukses Cemerlang. Meski demikian, ia mengaku belum menerima pembayaran sesuai dengan yang diharapkan.
Ia juga menyebut telah beberapa kali menerima janji mengenai penyelesaian pembayaran. Namun, menurut keterangannya, pelunasan yang ditunggu belum terealisasi hingga pertemuan terakhir.
Atas kondisi tersebut, CV Raysa Hoki meminta kepastian mengenai waktu pembayaran. Didik berharap kewajiban tersebut segera diselesaikan agar persoalan antara pemasok dan pihak pengelola tidak berlarut-larut.
Kuasa Hukum Minta Waktu Dua Minggu
Sementara itu, kuasa hukum Yayasan Masyarakat Indonesia Cinta Negara/PT Ajisaka Sukses Cemerlang, Inuar Gumay, S.H., mengatakan pihaknya telah bertemu dengan perwakilan CV Raysa Hoki untuk membahas penyelesaian persoalan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Inuar menyampaikan permintaan waktu kepada pihak pemasok agar kliennya dapat menyelesaikan pembayaran paling lambat dalam dua minggu ke depan.
“Kami datang untuk bertemu dengan pihak distributor logistik CV Raysa Hoki guna menengahi permasalahan tersebut. Kami menjelaskan agar diberikan waktu kepada klien kami untuk menyelesaikan pelunasan paling lambat dua minggu ke depan,” kata Inuar.
Ia menyatakan pihaknya memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan pembayaran tersebut. Sebagai langkah penyelesaian, pihaknya juga menawarkan kesepakatan tertulis yang memuat batas waktu pelunasan maksimal dua minggu.
Kepastian Pelunasan Masih Dinantikan
Di sisi lain, berdasarkan keterangan yang disampaikan, CV Raysa Hoki belum menerima tawaran tersebut. Pihak pemasok disebut masih mempertimbangkan penyelesaian yang ditawarkan karena mengaku telah beberapa kali menerima janji pembayaran sebelumnya.
Persoalan ini menyisakan kebutuhan akan kepastian mengenai jadwal dan realisasi pelunasan tagihan. Bagi CV Raysa Hoki, kepastian pembayaran menjadi hal penting agar hak pemasok dapat dituntaskan sesuai kewajiban para pihak.
Kedua belah pihak diharapkan dapat menyelesaikan persoalan tersebut melalui komunikasi dan kesepakatan tertulis yang jelas, termasuk mengenai nilai tagihan, tenggat waktu, serta mekanisme pelunasan.
Hingga persoalan ini diselesaikan, realisasi pembayaran masih menjadi hal yang dinantikan oleh pihak CV Raysa Hoki.
(Erik)







