Ia mengimbau para pelajar agar menjadikan belajar sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin, kejujuran, kerja keras, serta keaktifan dalam kegiatan positif dinilai menjadi kunci utama menghadapi tantangan masa depan.
“Jadikan belajar sebagai kewajiban utama dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Disiplin, jujur, kerja keras, serta aktif dan proaktif dalam kegiatan positif adalah kunci keberhasilan kalian,” imbaunya.
Lebih lanjut, AKBP Meryadi mengungkapkan ancaman serius penyalahgunaan narkoba di kalangan usia muda. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2025, kelompok usia 15–24 tahun masih mendominasi kasus penyalahgunaan narkoba.
“Persentasenya mencapai 28,2 persen atau sekitar 903.600 orang dari total 3,3 juta jiwa yang terpapar narkotika di Indonesia. Ini menjadi alarm keras bagi kita semua,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja antara lain ketidakharmonisan keluarga, pengaruh pergaulan, paparan konten negatif media sosial, serta lemahnya edukasi dan pengawasan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru sangat vital dalam membangun komunikasi serta mengarahkan remaja pada aktivitas yang positif dan konstruktif.








