Bogor, Sorottoday.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mempercepat digitalisasi layanan administrasi kependudukan dengan menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah.
Langkah tersebut dilakukan melalui layanan jemput bola sosialisasi dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang kali ini menyasar ASN di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor.
Kegiatan berlangsung di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Kamis (24/9/2026).
Ketua Tim Identitas Kependudukan Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Bogor, Suparno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong seluruh ASN di Kabupaten Bogor melakukan aktivasi IKD.
“Pada saat ini kita sedang melakukan sosialisasi sekaligus aktivasi IKD bagi seluruh pegawai ASN di Kabupaten Bogor. Ke depannya, kita juga mendorong seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk melakukan aktivasi IKD,” ujar Suparno.
Menurut Suparno, pelayanan tidak hanya dilakukan di Setda. Disdukcapil telah menyiapkan jadwal untuk mendatangi seluruh perangkat daerah agar proses aktivasi dapat dilakukan langsung di masing-masing lingkungan kerja.
“Untuk saat ini jemput bola ke SKPD kita sedang membuat jadwal. Mulai Senin depan kita sudah mulai ke keseluruhan SKPD,” jelasnya.
Suparno menjelaskan, digitalisasi administrasi kependudukan diharapkan dapat memangkas kebutuhan masyarakat untuk membawa dokumen kependudukan dalam bentuk fisik. Dokumen dapat diakses melalui perangkat digital ketika dibutuhkan.
“Tujuan utamanya untuk memudahkan masyarakat mengakses atau mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan. Ke depannya masyarakat cukup dari rumah untuk mengakses layanan Dukcapil, dan dokumen-dokumen kependudukan tidak perlu lagi selalu dibawa secara fisik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Disdukcapil terus mendorong pengembangan layanan digital agar dapat terhubung dengan berbagai layanan publik lainnya.
“Kami mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong segera melakukan aktivasi IKD karena banyak manfaatnya.
Ke depannya IKD akan terus diintegrasikan dengan berbagai layanan di lembaga lainnya, sehingga layanan masyarakat semakin terintegrasi secara digital,” pungkas Suparno.
Salah satu ASN Pemkab Bogor, Anisa, mengapresiasi layanan jemput bola tersebut. Menurutnya, pelayanan di lingkungan kerja membuat proses aktivasi menjadi lebih praktis.
“Menurut saya IKD ini sangat membantu dan memudahkan, terutama karena dokumen kependudukan bisa diakses secara digital. Jadi kita tidak perlu khawatir kalau sewaktu-waktu membutuhkan dokumen, karena bisa mengaksesnya melalui handphone,” kata Anisa.
Ia berharap layanan serupa terus dilakukan sehingga semakin banyak ASN maupun masyarakat yang memanfaatkan layanan administrasi kependudukan secara digital.
(Red)







