News  

Musrenbangdes Pematang Bahas RKPDes 2027, Aspirasi Warga Jadi Prioritas

Tangerang, Sorottoday.id — Pemerintah Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) RKPDes 2027 dan Daftar Usulan RKPDes (DU-RKPDes) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk membahas sekaligus menampung berbagai usulan pembangunan dan kebutuhan masyarakat sebagai bahan penyusunan prioritas pembangunan desa, Rabu (23/9/2026).

Dalam musyawarah tersebut, sejumlah warga Kampung Ciklub, RT 03, menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur serta alokasi anggaran program bedah rumah.

Salah satu warga menyoroti anggaran bedah rumah yang disebut sebesar Rp24 juta. Nilai tersebut dibandingkan dengan anggaran program Sarana Air Bersih (SAB) yang mencapai Rp150 juta.

“Anggaran SAB Rp150 juta, tetapi anggaran bedah rumah hanya Rp24 juta. Ini kurang memanusiakan manusia, Pak. Mohon anggaran bedah rumah dialokasikan lebih layak dan ditambah,” ujar perwakilan warga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Desa Pematang Suharna mengatakan pemerintah desa akan menampung seluruh masukan masyarakat dan mempertimbangkannya berdasarkan skala prioritas serta kemampuan anggaran desa.

“Kami akan menampung seluruh aspirasi masyarakat dan melihat mana yang menjadi kebutuhan paling prioritas sesuai kemampuan anggaran desa,” kata Suharna.

Selain bedah rumah, warga Ciklub mengusulkan sejumlah pembangunan infrastruktur yang dinilai mendesak.

Di antaranya penurapan Jalan Masjid Ciklub, pemasangan saluran air atau uditch sepanjang sekitar 50 meter untuk mengatasi genangan, serta pelebaran dan pengecoran jalan menuju Masjid Al-Islamiyah.

Dalam forum tersebut, Ketua BPD juga menyampaikan kondisi anggaran desa yang mengalami penurunan signifikan. Pagu Dana Desa yang sebelumnya sekitar Rp1,8 miliar disebut turun menjadi sekitar Rp300 juta.

Keterbatasan tersebut membuat tidak seluruh usulan pembangunan dapat direalisasikan melalui Dana Desa.

Karena itu, usulan yang belum tertampung akan didorong melalui jalur kecamatan maupun aspirasi anggota DPRD.

Perwakilan Kecamatan Tigaraksa meminta masyarakat dan pemerintah desa tetap aktif mengusulkan kebutuhan pembangunan meski kemampuan anggaran desa terbatas.

“Jangan bosan untuk mengusulkan. Kalaupun tidak ada anggaran dari desa, di kecamatan ada dan jalur aspirasi dewan juga ada,” ujar TB.

Posyandu hingga Penanganan TBC Jadi Perhatian, Dalam Musrenbangdes tersebut, sektor kesehatan juga menjadi salah satu perhatian. Kepala Puskesmas mengingatkan pentingnya penguatan Posyandu sebagai bagian dari kelembagaan desa.

Setiap Posyandu diharapkan memiliki minimal lima kader, lima meja pelayanan, serta peralatan kesehatan yang memadai, termasuk timbangan dan alat ukur tinggi badan.

Penanganan stunting menjadi salah satu program prioritas, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana Posyandu serta dukungan terhadap kader.

Program kesehatan ibu dan bayi juga menjadi perhatian untuk membantu menekan angka kematian ibu dan bayi.

Sementara itu, dalam penanganan TBC, Puskesmas mendorong keberadaan kader TBC di setiap desa untuk membantu proses screening serta mendukung pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT).

Melalui Musrenbangdes RKPDes 2027 dan DU-RKPDes tersebut, berbagai kebutuhan masyarakat diharapkan dapat dipetakan dan diperjuangkan melalui sumber anggaran yang tersedia, baik melalui pemerintah desa, kecamatan maupun jalur aspirasi legislatif.

 

(E.r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *