Tak hanya menindak, BNN juga menguatkan pencegahan dengan membina 214 Desa Bersinar dan menjangkau hampir 200 ribu warga lewat deteksi dini narkoba.
“Sampai sekarang, sebanyak 12.713 pecandu mendapat layanan rehabilitasi,” ujarnya.
Achmad menegaskan, pengguna narkoba harus dipandang sebagai korban yang perlu diselamatkan melalui rehabilitasi, bukan semata dihukum.
Ia mengapresiasi kepemimpinan Kepala BNN serta dukungan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemberantasan narkoba secara sistematis.
“Dengan sinergi lintas sektor, mata rantai narkoba bisa diputus dan generasi muda terselamatkan,” pungkasnya.








