Bogor | sorottoday.id – Potret buram dunia pendidikan kembali mencuat dari Kabupaten Bogor. SMP Negeri 2 Tenjo yang berlokasi di Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, diduga dibiarkan rusak dan tak terurus, meski tercatat menerima anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dengan total lebih dari Rp100 juta.
Fakta di lapangan justru berbicara sebaliknya. Sejumlah bangunan sekolah terlihat dalam kondisi memprihatinkan. Beberapa ruang kelas bahkan tidak memiliki pintu, menimbulkan pertanyaan serius soal ke mana arah penggunaan dana pemeliharaan yang seharusnya menjamin kelayakan fasilitas belajar mengajar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SMPN 2 Tenjo menerima anggaran pemeliharaan tahun 2025 Tahap I sebesar Rp.44.355.200 dan Tahap II sebesar Rp.57.046.840. Namun, realitas fisik sekolah dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dikucurkan negara.

Saat dilakukan penelusuran langsung ke lokasi pada Selasa (10/2/2026), kepala sekolah tidak berada di tempat. Ketidakhadiran pimpinan sekolah ini semakin memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan tanggung jawab pengelolaan anggaran.








