Bogor | sorottoday.id – Komitmen menjaga kesucian dan ketertiban di bulan Ramadan ditunjukkan tegas oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor. Dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto, patroli skala besar digelar pada Minggu dini hari (1/3/2026) untuk memastikan wilayah tetap aman dan kondusif.
Patroli gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP itu turut dihadiri Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Dandim 0621, serta Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Kegiatan menyasar sejumlah titik yang disinyalir menjadi lokasi peredaran minuman keras (miras).
Hasilnya, dari salah satu lokasi, petugas mengamankan sebanyak 124 botol miras berbagai merek. Barang bukti langsung dibawa ke Polres Bogor untuk proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran miras selama Ramadan.
“Di lokasi yang kita periksa, ditemukan total 124 botol minuman keras dan sudah diamankan personel gabungan. Ke depan, tempat-tempat lain yang masih menjual miras akan kita tertibkan setiap malam,” tegasnya.
Penindakan dilakukan melalui mekanisme tindak pidana ringan (tipiring). Sementara operasional toko tersebut ditutup sementara sembari menunggu proses hukum berjalan. Petugas juga melakukan penyisiran lanjutan guna memastikan tidak ada praktik serupa di sekitar lokasi.
Tak hanya razia miras, patroli besar ini juga difokuskan pada pencegahan balap liar serta potensi perkelahian yang kerap muncul di malam hari selama Ramadan. Aparat mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan gangguan keamanan melalui hotline Polri 110, yang terhubung langsung ke Polsek atau Polres terdekat.
Sebagai solusi preventif atas maraknya balap liar, Forkopimda menghadirkan terobosan positif. Kegiatan balap lari resmi difasilitasi setiap malam Minggu selama Ramadan di kawasan Stadion Pakansari.
Sekitar 200 pelari dari perwakilan seluruh kecamatan ambil bagian dalam ajang tersebut. Kegiatan ini dirancang dengan sistem penyisihan hingga final dan akan berlangsung hingga pertengahan Ramadan.
Ditempat yang sama, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, patroli skala besar ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas daerah.
“Ini adalah upaya kolektif dalam menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Bogor, khususnya di bulan suci Ramadan. Kita ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa langkah tegas terhadap penjual miras merupakan bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah.
Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci terciptanya suasana yang aman, damai, serta penuh keberkahan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga ajang pembuktian bahwa kolaborasi dan ketegasan aparat mampu menjaga marwah daerah dari potensi gangguan kamtibmas.








