Diskominfo Kota Tangerang juga membagikan sejumlah ciri foto hasil manipulasi AI yang dapat dikenali oleh masyarakat. Di antaranya pada bagian wajah dan mata yang terlihat tidak natural, sorot mata tampak kosong atau tidak fokus, serta tekstur kulit yang terlalu halus menyerupai plastik.
Selain itu, kejanggalan juga kerap ditemukan pada detail tangan dan aksesoris, seperti jumlah jari yang tidak normal atau bentuk perhiasan yang tampak tidak simetris dan seolah menembus kulit. Pada latar belakang, pencahayaan sering kali tidak konsisten antara objek dan lingkungan sekitar, serta tulisan pada pakaian atau benda lain terlihat acak dan sulit terbaca.
Untuk memastikan keaslian gambar, masyarakat juga dapat memanfaatkan sejumlah alat pendeteksi gambar berbasis AI yang tersedia secara gratis, seperti hivemoderation.com, sightengine.com, atau truemedia.org.
“Mari kita bersama-sama menjaga ruang digital Kota Tangerang agar tetap aman, sehat, dan produktif. Jangan mudah menyebarkan konten yang belum jelas kebenaran dan keasliannya,” pungkas Mugiya.
red








