banner 1000x500

Bocah 12 Tahun di Sukabumi Tewas Penuh Luka Bakar, Pengakuan Terakhir Gegerkan Publik

Foto Ist: Petugas forensik dan kepolisian mengevakuasi jenazah bocah NS (12) usai dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, guna mengungkap penyebab pasti kematian korban yang diduga akibat kekerasan.

Sukabumi | sorottoday.id – Kasus kematian bocah laki-laki berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengundang keprihatinan luas. Korban meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi luka bakar dan diduga kuat menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya.

Peristiwa memilukan ini mencuat ke publik setelah viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, korban diduga dipaksa meminum air panas hingga menyebabkan luka serius pada mulut serta dugaan kerusakan organ dalam.

Ayah korban, Anwar Satibi (38), mengaku tidak berada di rumah saat kejadian. Ia baru mengetahui kondisi anaknya setelah menerima panggilan telepon dari sang istri.

“Pas sampai di rumah, saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya sudah melepuh. Saya tanya ke istri, kenapa bisa begini. Dia bilang karena panas dalam atau demam,” ujar Anwar kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).

Namun, penjelasan tersebut membuat Anwar semakin curiga. Kecurigaannya menguat setelah korban sempat memberikan pengakuan sebelum meninggal dunia. NS diketahui sempat menjalani perawatan intensif selama sekitar delapan jam di RSUD Jampangkulon.

“Anak saya bilang dikasih minum air panas. Itu sempat saya videokan. Lukanya banyak, di kaki, punggung, tangan, hampir sekujur tubuh,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, pihak kepolisian melakukan autopsi di RS Secapa. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Pol Carles Siagian, menyampaikan hasil awal pemeriksaan forensik.

“Hasil pemeriksaan ditemukan luka bakar di beberapa bagian tubuh, di antaranya kaki kiri, punggung, lengan, paha, tangan, hingga area bibir dan hidung. Selain itu, terdapat pembengkakan pada jantung dan paru-paru,” jelasnya.

Foto Ist: Kombes Pol Carles Siagian, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, menyampaikan keterangan pers terkait hasil awal autopsi terhadap korban NS (12).

Ia menambahkan, sampel organ korban telah dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan guna memastikan ada atau tidaknya zat berbahaya serta faktor lain yang memicu kematian.

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni kekerasan atau tidak. Namun, indikasinya korban terpapar panas yang menyebabkan luka bakar. Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil laboratorium karena luka bakar luar tidak selalu menyebabkan kematian secara langsung,” tambahnya.

Sementara itu, jajaran Polres Sukabumi terus mendalami dugaan tindak penganiayaan yang diduga melibatkan ibu tiri korban. Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu desakan agar aparat penegak hukum mengusut tuntas peristiwa tragis yang merenggut nyawa bocah tak berdosa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *