Wabup Tangerang Ajak Generasi Muda Lestarikan Permainan Tradisional Lewat Pelatihan Hak Anak

Tangerang, Sorottoday.id — Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengajak generasi muda untuk kembali menghidupkan permainan tradisional sebagai sarana pembentukan karakter sekaligus pengembangan minat dan bakat anak.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang di Hotel Yasmine, Kamis (6/8/2026).

Menurut Intan, permainan tradisional tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang penting bagi tumbuh kembang anak.

“Saya sangat berharap para peserta pelatihan KHA ini bisa menjadi pelopor dalam mengimplementasikan permainan tradisional sebagai pusat kreativitas dan pengembangan bakat serta minat anak,” kata Intan.

Ia menjelaskan, berbagai permainan tradisional mampu menanamkan sikap sportif, jujur, disiplin, bekerja sama, gotong royong, toleransi, hingga kemampuan memecahkan masalah. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang berkarakter.

Intan juga mendorong agar permainan tradisional semakin diperkenalkan di lingkungan sekolah maupun berbagai kegiatan masyarakat, tidak hanya saat peringatan hari besar nasional.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Tangerang telah menorehkan prestasi di bidang olahraga tradisional. Dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) di Nusa Tenggara Barat, kontingen Kabupaten Tangerang berhasil meraih juara pada cabang permainan enggrang dan dagongan.

“Jangan biarkan anak-anak kita kehilangan ruang untuk tertawa bersama, belajar menghargai teman, mengenal budaya, dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat serta berkarakter,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengatakan Konvensi Hak Anak merupakan komitmen untuk memastikan setiap anak memperoleh hak tumbuh kembang, perlindungan, dan kesempatan berpartisipasi secara optimal.

Melalui pelatihan bertema Menciptakan Pelopor Permainan Tradisional dan Implementasi Pusat Kreativitas Anak itu, pihaknya berharap lahir generasi yang memahami hak-hak anak sekaligus mencintai budaya bangsa melalui permainan tradisional.

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi, praktik, dan simulasi dengan sungguh-sungguh sehingga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan kreatif di sekolah, lingkungan tempat tinggal, forum anak kecamatan, maupun komunitas masing-masing,” kata Asep.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 120 peserta yang berasal dari Forum Anak Kabupaten Tangerang dan Forum Anak tingkat kecamatan.

Menurut Asep, di tengah meningkatnya penggunaan gawai oleh anak-anak, permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mampu melatih kreativitas, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, serta memperkuat interaksi sosial.

“Jangan sampai permainan tradisional hilang ditelan perkembangan zaman,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *