Jakarta, sorottoday.id — Tokoh muda santri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Al-Quran Narukan, KH. Zaimul Umam, Ns., memberikan apresiasi terhadap hasil Survei Litbang Kompas Tahun 2026 yang mencatat meningkatnya tingkat kepercayaan, kepuasan, dan citra positif masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Dalam hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan publik kepada Polri mencapai 82,4 persen. Menurut KH. Zaimul Umam, angka tersebut menunjukkan bahwa berbagai langkah pembenahan, peningkatan pelayanan, dan pengabdian yang dilakukan institusi kepolisian mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia mengatakan, peningkatan kepercayaan publik tidak hanya dimaknai sebagai capaian statistik semata, tetapi juga menjadi gambaran besarnya harapan masyarakat terhadap Polri dalam menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Minggu (28/6/2026).
“Sebagai bagian dari masyarakat pesantren, kami mengapresiasi hasil Survei Litbang Kompas Tahun 2026. Peningkatan kepercayaan masyarakat ini menunjukkan adanya ikhtiar, kerja keras, dan pengabdian Polri yang mulai dirasakan secara langsung,” ujar KH. Zaimul Umam.
Menurutnya, di tengah dinamika kehidupan sosial dan perkembangan teknologi yang terus berubah, kehadiran aparat kepolisian yang dekat dengan masyarakat menjadi kebutuhan penting. Bagi lingkungan pesantren, situasi yang aman dan kondusif merupakan syarat utama untuk menciptakan proses pendidikan yang baik.
“Ketika masyarakat merasa aman, para santri dapat belajar dengan tenang, orang tua pun merasa lebih tenteram, sehingga kehidupan sosial dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Meski demikian, KH. Zaimul Umam menilai meningkatnya kepercayaan publik harus menjadi amanah yang terus dijaga oleh seluruh anggota Polri. Ia berharap institusi kepolisian tidak hanya hadir saat terjadi persoalan hukum, tetapi juga mampu menjadi sahabat, pendamping, dan pelindung masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga berharap hasil survei tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan berkeadilan.
Selain itu, sinergi antara Polri dengan ulama, santri, dan lembaga pendidikan keagamaan dinilai perlu terus diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, mulai dari penyalahgunaan narkoba, radikalisme, kekerasan terhadap anak, perundungan, hingga dampak negatif perkembangan media digital.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Ketika Polri dekat dengan ulama, santri, dan masyarakat, maka akan tercipta suasana yang damai, sejuk, dan penuh kepercayaan,” ungkapnya.
Di akhir keterangannya, KH. Zaimul Umam berharap Polri terus menjaga amanah masyarakat dengan mengedepankan ketulusan dalam setiap pengabdian.
“Peningkatan hasil survei tentu patut diapresiasi. Namun yang paling penting adalah ketika masyarakat benar-benar merasa aman, didengar keluhannya, dan merasakan kehadiran polisi sebagai sahabat kehidupan. Kepercayaan masyarakat merupakan kehormatan yang harus terus dirawat melalui pengabdian yang tulus,” tutupnya.
(sumber Humas Polri)








