Menu

Mode Gelap
Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis Sindikat Oplosan LPG 3 Kg di Lebak Raup Ratusan Juta, 3 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita

Roti Berjamur Dibagikan ke Siswa, Program MBG di SMPN 4 Tigaraksa Tuai Kecaman Keras

badge-check


Foto Ist: Kondisi roti tawar yang diduga dibagikan dalam program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 4 Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu (1/3/2026). Pada permukaan roti terlihat bercak hitam dan kehijauan yang diduga jamur, sehingga dinilai tidak layak konsumsi untuk siswa. Perbesar

Foto Ist: Kondisi roti tawar yang diduga dibagikan dalam program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 4 Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu (1/3/2026). Pada permukaan roti terlihat bercak hitam dan kehijauan yang diduga jamur, sehingga dinilai tidak layak konsumsi untuk siswa.

Tangerang | sorottoday.id – Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi tameng pemenuhan nutrisi pelajar, justru berubah menjadi tidak layak konsumsi. Di SMP Negeri 4 Tigaraksa, siswa-siswi dilaporkan menerima roti tawar yang sudah busuk dan berjamur, Minggu (1/3/2026).

Alih-alih menyehatkan, menu yang dibagikan dinilai tidak standar dan jauh dari kualitas layak konsumsi. Temuan roti berjamur tersebut sontak memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat.

Ketua DPD Badak Banten Kabupaten Tangerang, Ki Kubil Rahmatullah, mengecam keras insiden tersebut. Ia menyebut kejadian ini sebagai bentuk kelalaian serius dalam pengawasan distribusi makanan bagi pelajar.

“Saya sangat menyayangkan pembagian MBG di SMPN 4 Tigaraksa. Yang dibagikan adalah roti tawar yang sudah tidak layak dimakan manusia karena ditemukan berjamur. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Kubil.

Ia mendesak pihak pemerintah, khususnya SPPG wilayah Kecamatan Tigaraksa, agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia MBG.

Menurutnya, dapur yang menyuplai makanan tersebut berlokasi di Kampung Pemenggalan, Desa Tegalsari, Kecamatan Tigaraksa. Ia meminta agar dapur tersebut segera diaudit dan ditindaklanjuti guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Dapur yang menyuplai MBG ke SMPN 4 Tigaraksa dan juga ke SD Pete harus segera dievaluasi. Jangan sampai kesehatan anak-anak jadi korban kelalaian,” lanjutnya.

Kubil juga mengimbau para siswa agar lebih waspada sebelum mengonsumsi makanan yang dibagikan.

“Saya menghimbau kepada anak-anak, sebelum memakan makanan tersebut harus dilihat terlebih dahulu kondisinya,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dapur SPPG terkait dugaan distribusi makanan tidak layak konsumsi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum

16 April 2026 - 22:17 WIB

AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan

16 April 2026 - 22:06 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan

16 April 2026 - 22:00 WIB

Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data

16 April 2026 - 21:37 WIB

Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis

15 April 2026 - 20:54 WIB

Trending di Berita