Menu

Mode Gelap
Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis Sindikat Oplosan LPG 3 Kg di Lebak Raup Ratusan Juta, 3 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita

Gagalnya Pengawasan Dana Pendidikan, SMPN 2 Tenjo Rusak Meski Anggaran Mengucur

badge-check


Foto Ist: Gerbang SMPN 2 Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Di balik tampilan depan sekolah, kondisi bangunan di dalam justru rusak dan tak terurus. Perbesar

Foto Ist: Gerbang SMPN 2 Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Di balik tampilan depan sekolah, kondisi bangunan di dalam justru rusak dan tak terurus.

Bogor | sorottoday.id – Potret buram dunia pendidikan kembali mencuat dari Kabupaten Bogor. SMP Negeri 2 Tenjo yang berlokasi di Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, diduga dibiarkan rusak dan tak terurus, meski tercatat menerima anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dengan total lebih dari Rp100 juta.

Fakta di lapangan justru berbicara sebaliknya. Sejumlah bangunan sekolah terlihat dalam kondisi memprihatinkan. Beberapa ruang kelas bahkan tidak memiliki pintu, menimbulkan pertanyaan serius soal ke mana arah penggunaan dana pemeliharaan yang seharusnya menjamin kelayakan fasilitas belajar mengajar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SMPN 2 Tenjo menerima anggaran pemeliharaan tahun 2025 Tahap I sebesar Rp.44.355.200 dan Tahap II sebesar Rp.57.046.840. Namun, realitas fisik sekolah dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dikucurkan negara.

Foto Ist: Ruang kelas SMPN 2 Tenjo tampak terbengkalai. Plafon berlubang dan fasilitas rusak mencolok, berbanding terbalik dengan besarnya dana pemeliharaan yang telah digelontorkan negara.

Saat dilakukan penelusuran langsung ke lokasi pada Selasa (10/2/2026), kepala sekolah tidak berada di tempat. Ketidakhadiran pimpinan sekolah ini semakin memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan tanggung jawab pengelolaan anggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Jalani Detoksifikasi, Tersangka Kepemilikan Tramadol di Kronjo Kembali Jalani Proses Hukum

16 April 2026 - 22:17 WIB

AHY Apresiasi Hunian Nelayan di Mauk Tangerang, Kolaborasi Pusat-Daerah Dinilai Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan

16 April 2026 - 22:06 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Kasus LPG Oplosan, 11 Tersangka Diamankan

16 April 2026 - 22:00 WIB

Pemdes Sinar Laut Klarifikasi Isu Sengketa Lahan, Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data

16 April 2026 - 21:37 WIB

Kasus Pornografi Anak Terbongkar di Indramayu, Pelaku Imingi Korban Gaji Fantastis

15 April 2026 - 20:54 WIB

Trending di Berita