News  

Diduga Lalai dengan K3, Bagaimana Dengan Spesifikasi Materialnya LSM DOBRAK Akan Kirim Surat

Oplus_131072

Tangerang, Sorottoday.id — Pembangunan IGD Maternal, Hemodialisa, dan Rawat Inap RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 53,644,381,000.00 (lima puluh tiga milyar enam ratus empat puluh empat juta tiga ratus delapannya puluh satu ribu rupiah) pelaksana kerja PT ETONA CEMERLANG ABADI menjadi perhatian dikarenakan keamanan dan keselamatan diabaikan.

Tampak pekerja sedang bekerja di pinggir gedung yang sedang dibangun kedapatan tidak memakai sabuk pengaman (safety belt) padahal ketinggian dari bawah kurang lebih 15 Meter.

Hal ini sangat disayangkan, terlihat remeh hanya K3, tapi bila terjadi musibah maka K3 dianggap penting. (15/10/2026)

Yang menjadi pertanyaan adalah, “ Bagaimana dengan spesifikasi bahan materialnya bila K3 saja diabaikan “. Perkumpulan Delegasi Sosial Bersama Rakyat (LSM DOBRAK) menduga untuk material pun kemungkinan besar tidak sesuai spesifikasinya dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek. Hal ini dikemukakan oleh Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) LSM DOBRAK.

Purwo Hindaryo atau biasa disapa Aryo selaku Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Delegasi Sosial Bersama Rakyat yang menyaksikan hal itu sangat menyayangkan kejadian tersebut. Beliau mengatakan,

“ Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam konstruksi dengan pekerja berada di ketinggian seharusnya sangat diperhatikan, jangan hanya tertera spanduk UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) pada proyek akan tetapi pada prakteknya diabaikan seakan akan hanya hal sepele padahal sangat krusial apalagi ini bekerja pada ketinggian,” ujar Aryo.

Lebih lanjut Aryo mengatakan bila hal ini tidak segera direspon maka kami akan melayangkan surat ke pihak BPK Provinsi Banten untuk mengaudit agar standar kelayakan mutu bahan bangunan sesuai dengan RAB yang telah ditetapkan. Dan untuk Dinas Kesehatan kami akan melayangkan surat protes bahkan bila perlu akan melakukan aksi bila proyek bernilai fantastis tersebut tidak diawasi dengan baik.

“ Saya sudah menghubungi Ibu Direktur RSUD Balaraja dan Kepala Dinas Kesehatan selaku Pejabat Pengguna Anggaran akan tetapi hingga saat ini, belum ada tanggapan “ tutup Aryo saat memberikan pernyataan kepada awak media.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *